Jumat, 25 Januari 2013

FPI Siap Bubarkan Acara Kemaksiatan Tahun Baru

Dalam rangka memperingati kelahiran Baginda Nabi Muhammad Saw, Front Pembela Islam (FPI) mengadakan maulid di Jl Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu (23/1/2013). Dalam acara tersebut selalu ada yang luar biasa dan berbeda dengan peringatan Maulid Nabi di tempat lain yang biasanya selalu mengulang cerita kelahiran Nabi saja, di FPI temanya selalu "menggigit". Tahun ini FPI mengambil tema yang cukup dahsyat, "Tegakkan Syariat, Raih Rahmat, Indonesia Selamat".

Acara ini dihadiri oleh ribuan umat Islam termasuk para kiai, habaib dan sejumlah tokoh nasional, mereka memberikan tausiahnya dengan penuh semangat perjuangan, diantaranya Habib Idrus Jamalulail, KH. Kholil Ridwan, Habib Ahmad Al Habsy, Hadad Alwi, KH. Shobri Lubis dan lain lain.

Salah satu penceramah, Sekjen FUI, KH M. Al Khaththath dalam sambutannya mengajak jamaah untuk lebih serius dalam berjuang. "Harus gerakan perubahan yang serius, negara kita ini negara musyawarah bukan demokrasi, oleh karena itu mulai saat ini jangan lagi mengatakan Indonesia negara demokrasi tapi katakanlah Indonesia negara musyawarah." ujarnya, Rabu malam (23/1/2013) di Petamburan, Jakarta Pusat.
"Dalam negara musyawarah aturan Allah yang maha Esa menjadi tolak ukur, yang sudah ada ketetapan hukumnya tidak boleh dimuswarahkan lagi, namun musyawarah itu hanya untuk teknisnya saja. contohnya nabi musyawarah dalam menentukan strategi jihad, hukum jihadnya wajib dan tidak dimusyawarahkan, hanya teknis strateginya saja." tambahnya.

Gerakan perubahan ditambahkan oleh pembicara lain, Permadi, seorang politisi yang selama ini kagum terhadap sosok Habib Rizieq mengatakan saat ini Indonesia dikuasai oleh kapitalisme liberal, sehingga iman dan taqwa merosot, homo, lesbi, narkoba, porno, dan berbagai kemaksiatan merajalela.
"Oleh karena itu harus ada gerakan perubahan, yaitu revolusi, revolusi belum selesai, revolusi bukan sesuatu yang tabu bukan juga sesuatu yang haram. Revolusi akan mengubah keadaan penuh keharaman menjadi halal. Perjuangkan Islam sampai berhasil. Dan saya percaya, yang mampu melakukan perubahan ini adalah Habib Rizieq beserta keluarga besar FPI nya, ini harus cepat karena jangan sampai kita di azab oleh Allah Swt," tegas Permadi.

Selain itu Ketua Umum FPI, Habib Rizieq Syihab walaupun dalam keadaan sakit tetap turut serta mengikuti acara dan menyambut para habaib, ulama, tokoh masyarakat dan ribuan jamaah yang hadir. Alhamdulillah walaupun ijin dipersulit, akhirnya acara maulid tersebut bisa diselenggarakan dengan menggunakan separuh jalan, dan seluruh jamaah yang hadir sangat antusias mengikuti acara dalam suasana langit yang cerah tidak hujan.

Namun FPI protes, kenapa untuk acara pengajian dipersulit padahal sebelumnya pemkot DKI justru menggunakan jalan untuk perayaan tahun baru masehi. “Kenapa umat Islam ingin merayakan Maulid Nabi dengan menutup Jl. Petamburan saja dipersulit sedangkan perayaan Tahun baru 1 Januari yang notabene penuh maksiat, Jl. Sudirman - Thamrin, jalan Protokol itu sengaja ditutup untuk dipenuhi dengan belasan panggung-panggung hiburan,” ujar Habib Rizieq.

Selain itu Habib Rizieq juga mengingatkan agar tahun depan Gubernur DKI Jokowi dan Ahok wakilnya untuk tidak lagi merayakan hal yang sama. "Kepada Jokowi Ahok, anda sudah membeli jakarta dengan maksiat. Kami sampaikan dengan hormat bukan dengan kebencian. Jika mau selamat, tahun depan jangan lagi mengundang azab Allah dengan membuat acara kemaksiatan" tegasnya.
"Dan kalau kau coba-coba lagi buat acara tahun depan, saya intruksikan kepada seluruh laskar untuk menggagalkan acara maksiat tahun baru tersebut." tambah Habib yang disambut dengan pekikan takbir "AllahuAkbar" dari seluruh jamaah.

“Jangan salahkan kami kalau kami selalu yakin bahwa terjadinya musibah karena berkaitan dengan kemungkaran dan kemaksiatan yang merajalela. Kami tidak benci kepada Jokowi Ahok tapi jika ingin selamat jangan ulangi kesalahan dikemudian hari,” pungkasnya.
Habib menjelaskan kenapa malam tahun baru mengundang bencana, "malam tahun baru masehi yang notabene perayaannya orang-orang kafir dimeriahkan dengan segala rupa hiburan, petasan dipasang hingga shubuh hari, milyaran dana keluar dengan mubazir. Malam tahun baru ribuan kembang api menyerang langit. Lalu langit menyerang bumi hanya dengan air hujan yang deras." terang Habib.


"Terjadinya musibah pasti berkaitan dengan kemaksiatan yang merejalela. Omong kosong jika bencana tidak ada kaitannya dengan kemaksiatan dan kemunkaran, tegas Allah Swt nyatakan dalam firmannya. Seandainya penduduk negeri itu beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” papar ketua umum FPI ini dengan gamblang.

Dalam musibah banjir kemarin FPI juga tidak tinggal diam, FPI telah membuka sekitar 40 posko untuk membantu para korban banjir, dan tidak hanya itu pasca banjir pun laskar tetap dikerahkan untuk membersihkan lingkungan. “Saya minta kepada seluruh posko FPI ketika ada bencana maka semua posko kemanusiaan FPI harus dibuka. DPP FPI akan membantu semaksimal mungkin. FPI adalah milik umat dan harus membantu umat tanpa memandang suku, ras maupun agama. Tanpa pamrih, tanpa ingin diliput wartawan. Kerja! bantu umat karena Allah. Pasca banjir banyak sampah, laskar FPI harus bekerja bantu masyarakat membersihkan lumpur dan sampah banjir. Kita lakukan penyemprotan anti wabah nyamuk terhadap rumah warga untuk antisipasi berbagai penyakit,” seru Habib.

Di akhir sambutannya Habib mengingatkan kepada masyarakat, “Masyarakat jangan berkecil hati, musibah merupakan ujian bagi yang beriman. Mudah-mudahan musibah kemarin jadi peringatan bagi kita semua. Dan musibah bisa menjadi azab bagi mereka yang kafir, murtad, fasik, munafik, ahli maksiat. Mari kita introspeksi diri, kalau kita banyak maksiat maka musibah yang menimpa kita adalah azab. Kita wajib kembali kepada Allah, mari kita bertaubat, mohon ampun pada Allah,” ajaknya

Dan tidak ketinggalan, beliau juga mengajak jamaah untuk berdoa minta ampun kepada Allah. Dengan selebaran doa yang dibagikan, Habib memipin doa untuk kesalamatan bangsa. "Wahai Allah yang maha segalanya, ampuni dosa kami wahai yang maha pengampun, selamatkan kami semua ya Allah dari segala siksa dan bencana, terimalah tobat kami ya Allah," tutup Habib.

Sumber : Suara-Islam.com