Minggu, 07 Juli 2013

Metode Penetapan Awal 1 Ramadhan 1434 H / 2013 M


صُوْمُوْا لِِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوْا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا الْعِدَّةَ
“Berpuasalah kalian karena melihat hilal, dan berbukalah (berhari raya) karena melihatnya. Jika ada mendung pada kalian, maka sempurnakanlah jumlah (Sya’ban 30 hari, pen)”.Muttafaqun alaihi [HR. Al-Bukhoriy (1810), dan Muslim (1081)]

Front Pembela Islam :
Dengan keterangan Hadis di atas maka insya Allah kami dari keluarga besar FPI pada hari senin sore (8 Juli 2013 M) akan melakukan Ru'yatul Hilal. Dan apabila ada seorang muslim yang telah melihat hilal bulan baru di wilayah Indonesia bagian manapun (maksudnya awal bulan ramadhan 1434 H) dan dia bersaksi Tiada Tuhan Selain Allah dan Nabi Muhammad itu Utusan Allah, maka FPI akan tarawih pada senin malam selasa dan akan Shaum Wajib 1 Ramadhan 1434 H pada hari Selasa tanggal 9 Juli 2013 M.Dan andaikata senin sore itu tidak ada yang melihat hilal awal ramadhan 1434 H, maka FPI pun akan meng-istikmalkan bulan Sya'ban 1434 H menjadi 30 hari dan kami akan memulai awal shaum ramadhan pada Rabu 10 Juli 2013 M.

Pemerintah RI :
Menurut metode perhitungan Ephimeris yang di gunakan oleh pemerintah RI tinggi Hilal pada hari senin sore (8 Juli 2013 M / 29 Sya'ban 1434 H) adalah 1'derajat Hilal.Oleh karenanya belum masuk standart 'derajat perhitungan Ilmu Falaq (yakni 2'derajat Hilal), maka pemerintah RI "Meng-Istikmalkan" lamanya bulan Sya'ban menjadi genap 30 hari dengan tinggi Hilal pada selasa sore (9 Juli 2013 M) adalah setinggi 4'derajat Hilal.
Dan pemerintah akan memutuskan bahwa Selasa malam Rabu (9 Juli 2013 M) Awal Tarawih dan masuknya 1 Ramadhan jatuh pada hari Rabu, 10 Juli 2013 M.

Nahdhatul Ulama (NU) :
Menurut prediksi hisab Lajnah Falakiyah PBNU menyatakan bahwa awal Ramadhan 1434 Hijriah jatuh pada tanggal 10 Juli 2013, tetapi itu sebatas prediksi. NU tetap menggunakan metode rukyatul hilal atau pengamatan hilal sebagai dasar penentu awal Ramadhan 1434 H Ijtima’ atau Konjungsi akan terjadi pada Senin 8 Juli pukul 14:15:13 WIB, tinggi hilal saat dilakukan pengamatan 0 (nol) derajat ke selatan, hilal akan berada di ufuk selama 3 menit 16 detik.


Muhammadiyah :
Sedangkan menurut pemahaman Saudara Muslim kita di Muhammadiyah, apabila tinggi Hilal di atas 0'derajat, maka tetap dihukumkan sebagai masuknya bulan baru.
Begitupun pula dengan saudara muslim kita di Ma'had Al-Manshuriyyah Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat.
Mereka merujuk pada kitab "Sullamun Nayroyn" karangan Almarhum Mu'allim Guru Mansur Jembatan Lima, yang melakukan Hisab (perhitungan) bulan, dan masuk awal ramadhan pada Selasa 9 Juli 2013 M.
Oleh karenanya, saudara kita di Muhammadiyah dan Ma'had Al-Manshuriyah akan melaksanakan Tarawih di senin malam selasa dan Shaum Awal Ramadhannya pada hari Selasa, 9 Juli 2013 M.

-1 SYAWWAL 1434 HIJRIYYAH-
Pada tanggal 7 Agustus 2013 M = 30 Ramadhan versi Muhammadiyah dan 29 Ramadhan versi pemerintah, tinggi hilal menurut sistem perhitungan Ephimeris adalah ±7'derajat Hilal.
"Jadi, semoga tidak ada perbedaan antar Ummat Islam mengenai penetapan masuknya 1 Syawal 1434 H, yakni pada hari kamis, 8 Agustus 2013 M."
-Itulah Indahnya Khazanah Ilmu yang ada di antara Ummat Islam. Walaupun berbeda kalkulasi dan penghitungannya, yang penting tidak merasa paling benar dan tidak gampang menyalahkan bahkan membodohkan yang tidak sejalan dengannya.