Selasa, 20 Agustus 2013

Akhirnya Anggota FPI Tasik Korban Arogansi Media Dipulangkan Polisi


Ustadz Acep Sofyan, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Tasikmalaya Jabar mengatakan jika Senin (19/8/2013) pagi dirinya didatangi tim gabungan Mabes Polri.

Kedatangan tim gabungan Mabes Polri bukan untuk menangkap anggota FPI Tasik. Namun untuk menjelaskan proses pemulangan salah satu anggota FPI Tasik bernama Iwan Friadi (44) yang dijemput polisi Minggu (18/8/2013) sekitar pukul 09.00 wib.
“Tim gabungan Mabes Polri mendatangi ketua DPW FPI Tasik hari Senin 19-8-2013 pukul 10.00 wib untuk silaturahim dan mengklarifikasi kronologis penjemputan serta menjelaskan kondisi Iwan selama dalam pencarian,” katanya dalam rilis yang diterima voa-islam.com, Selasa (20/8/2013).

“Sehingga Iwan Priadi tidak menjadi korban ketidakadilan hukum dan bisa kembali kepada keluarga pada hari Senin 19-9-2013 pukul 14.00 wib, meskipun saat ini Iwan dan keluarga sudah menjadi korban arogansi media,” lanjutnya.
Tim gabungan Mabes Polri yang mendatangi ustadz Acep itu bahkan meminta kerjasama FPI untuk mencari pemilik motor Mio tahun 2010 warna merah nopol D 6632 WD yang diduga kuat dipakai oleh pelaku penembakan terhadap polisi.

“Bahkan mohon dibantu kembali mencari identitas pemilik terakhir motor tersebut,” ujarnya.
FPI Tasik juga mengucapkan terima kasih kepada tim gabungan Mabes Polri yang tidak begitu saja percaya dengan pemberitaan menyesatkan dari media sekuler yang sering menyudutkan FPI, khususnya tentang kasus Iwan.

Sebab, sebagaimana diketahui bersama bahwa Iwan tidak “ditangkap” oleh Densus 88 sebagaimana dikabarkan media-media sekuler seperti TV One dan Metro TV. Namun, Iwan “dijemput” tim gabungan Polda Jabar dan Mabes Polri.
“Kami ucapkan terima kasih kepada tim gabungan Polda Jabar dan Mabes Polri yang telah memposisikan fakta yang sebenarnya dan berani melawan tekanan media kontroversional,” tuturnya.
Sejak awal pula, DPW FPI Tasik tidak percaya dengan pemberitaan dan opini yang dibuat oleh media sekuler. Dan ternyata dugaan itu benar, bahwa Iwan bukanlah teroris dan pelaku penembakan polisi.

Maka dari itu, kata ustadz Acep, DPW FPI Tasik  mendukung penuh langkah DPP FPI yang akan menggugat media-media sekuler penebar fitnah seperti Metro TV terkait merebaknya kasus Iwan maupun yang lainnya.
“DPW FPI Tasik mendukung penuh DPP FPI untuk menggugat media penyebar fitnah,” tandasnya.
Terakhir ustad Acep mengingatkan, dan agar bisa dipahami dan dijadikan ibroh (pelajaran) oleh masyarakat bahwa apapun permasalahan yang disana disebut nama FPI, pasti media ramai-ramai mengangkatnya, meski pada akhirnya media juga yang tenggelam.