Rabu, 30 Januari 2013

'FPI' Cabang London Razia Miras dan Wanita Telanjang di Malam Minggu

Kelompok pemuda Islam di London, Inggris dilaporkan ke pihak kepolisian karena melakukan sweeping miras pada malam Ahad pekan lalu.
Polisi kini menyelidiki laporan yang mengatakan sejumlah pemuda Islam yang menamakan diri "Muslim Patrol" telah melakukan sweeping terhadap warga yang mengkonsumsi alkohol. Muslim Patrol juga meminta para wanita di London menutupi aurat mereka.

Film diunggah di Internet

Aksi Muslim Patrol saat merazia alkohol yang diminum di pinggir jalan dan mengatakan para wanita yang tidak menutup aurat laksana "binatang telanjang tanpa menghormati diri sendiri" itu telah difilmkan dan diunggah di internet dengan judul "The Truth About Saturday Night".

Dalam rekaman film itu diperlihatkan saat Muslim Patrol menyita botol alkohol di pinggir jalan. Aksi Muslim Patrol di London ini mirip yang dilakukan sejumlah ormas Islam di Indonesia seperti Front Pembela Islam (FPI).

Video itu diunggah di Youtube dengan durasi tiga menit dan mendapat banyak komentar pro dan kontra. Video yang diunggah sejak Ahad itu telah dilihat lebih dari 42.000 kali.

Iklan Jorok
Selain merazia peminum alkohol, pemuda yang tergabung dalam Muslim Patrol London ini juga mencopot sejumlah iklan yang ditempel di pinggir jalan yang mereka kategorikan cabul.

Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Dalam video tersebut, diperlihatkan mereka melepas iklan push-up bra produk dari H&M. Salah satu pemuda dalam video itu mengatakan "Umat Islam telah bergerak untuk amar ma'ruf nahi munkar dengan menutupi orang-orang yang telanjang."

Selain melepas dan membakar sejumlah iklan cabul, Muslim Patrol juga menutup iklan cabul lainnya dengan cat semprot.

Sumber : www.muslimdaily.net

Dituntut 4 Bulan Penjara, FPI Minta Jamaah Ahmadiyah Juga Adili.

Salah satu anggota Front Pembela Islam (FPI) Kota Bandung yang menjadi terdakwa perkara perusakan masjid An Nasir milik Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Jalan Sapari Kota Bandung, Asep Abdurahman dituntut hukuman penjara selama 4 bulan.

Hal ini disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agus Muldoko saat membacakan surat tuntutannya di ruang sidang I Pengadilan Negeri Bandung, Jalan Martadinata, Selasa (29/01/2013) kemarin.
JPU menilai, Asep Abdurahman alias Utep telah melanggar pasal 170 ayat 1 KUH Pidana tentang perusakan barang. Sehingga JPU menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana perusakan secara bersama-sama terhadap fasilitas masjid milik JAI tersebut beberapa waktu lalu.

Hal yang memberatkan terdakwa menurut JPU, adalah karena terdakwa telah melakukan perusakan dengan sengaja. Sementara hal yang meringankan di antaranya karena terdakwa sopan selama persidangan dan belum pernah dihukum.Selain itu terdakwa juga dianggap masih muda sehingga masih bisa mengubah sikapnya.

Atas tuntutan JPU tersebut, terdakwa melalui penasehat hukumnya menyatakan akan mengajukan nota pembelaan (pledoi) yang akan dibacakan pada Selasa pekan depan.
Menanggapi keputusan tersebut Humas FPI Bandung, Agung Suwarjono kepada hidayatullah.com menyatakan tidak terkejut. Menurut Agus, pengadilan tersebut sudah bisa ditebak arahnya.
“Ya itulah pengadilan dunia, kita bisa terima jika perusakan tersebut sebagai tindakan pidana.Lalu bagaimana dengan tindakan penodaan dan penistaan agama Islam yang dilakukan mereka (JAI) yang nyata-nyata melanggar hukum? Kalau mau fair adili juga dong mereka,” tegas Agung.

Meski demikian menurut Agung, FPI akan terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas JAI. Ia juga menghimbau umat Islam untuk terus waspada terhadap JAI.
Agung juga menuturkan bahwa tanggal 24 Januari kemarin FPI telah menyampaikan kecaman dan akan membubarkan secara paksa dan melarang segala bentuk amalan yang dilakukan JAI.

Salah satunya adalah rencana JAI yang akan mengadakan acara Maulid Nabi Muhammad di masjid Mubarok di Jalan Pahlawan Kota Bandung yang juga sekretariat JAI Jabar.
“Tembusannya kita sampaikan ke Muspika, Muspida, FPKN, BIN dan BAIS. Alhamdulillah mereka tidak jadi menyelenggarakan acara maulid,”pungkasnya.


Sumber : Hidayatullah.com

Selasa, 29 Januari 2013

The Jakarta Post berbohong, FPI bantah perangi komunitas underground

Belum lama Media Asing “Al-Jazeera” memunculkan berita tentang Dewan Revolusi Islam (DRI) hingga menghebohkan seantero nusantara, berita tersebut meyakinkan bahwa Front Pembela Islam (FPI) berada dibalik rencana kudeta yang matang, parahnya juga dikait-kaitkan dengan tragedi Ahmadiyah belum lama ini terjadi di berbagai wilayah di Indonesia yang sangat menyudutkan FPI.
Namun belum lama berita itu berselang, senin lalu (21/3/2011) Media Portal Asing “The Jakarta Post” kembali memuat berita palsu tentang pergerakan FPI ke dunia musik underground disaat publik masih panas dengan kampanye Pembubaran Ahmadiyah, yang memang didominasi oleh gerakan ormas-ormas Islam seperti FPI. Berita ini dinilai sebagai berita fitnah yang sangat menyesatkan umat.
Berita yang berjudul “FPI sets its eyes on underground music” yang di muat di halaman HEADLINES cukup menarik perhatian publik, dengan menuduh FPI yang berniat mengadakan perlawanan terhadap musik underground yang membuat munculnya beragam pernyataan, tudingan, kecaman, pro dan kontra, tidak lama setelah berita ini di publish ke dunia maya. Melalui berita ini pula banyak sekali anggota komunitas underground menjadi salah paham dan mengambil kesimpulan bahwa FPI akan membubarkan komunitas Underground.
Dituliskan bahwa anggota senior FPI yang dinilai sebagai ahli musik Islam, yang bernama Budi Fahri Farid menduga adanya gerakan mengaburkan ajaran Islam dengan berbagai aliran musik underground.
Padahal nyatanya, setelah ditelusuri lebih dalam, sepanjang Struktur Organisasi DPP – FPI dari dulu hingga kini tidak pernah ada yang bernama Budi Fahri Farid ahli musik Islam seperti yang disebutkan. Hal ini menguak kenyataan bahwa berita yang diangkat “The Jakarta Post” adalah fiktif dan menyudutkan dengan menuliskan bahwa FPI akan mengincar pembubaran dunia musik underground.
Saat pengajian rutin rabu malam (16/3) DPP FPI di Majlis Ta’lim Silaturahmi Al-Jabhah yang bertempat di Masjid Al-Ishlah Jl. Petamburan Raya 3 Tanah Abang, Jakarta memang dibahas realita perang pemikiran di komunitas musik underground.
Namun pembahasan ini bukan bermaksud untuk mengajak umat memberikan perlawanan terhadap musik underground, seperti yang dituliskan "The Jakarta Post”. Justru sebaliknya, yang disampaikan dalam pengajian ini dalam rangka memaparkan  informasi, bahwa musik underground saat ini sebagian didominasi oleh intrik Zionis. Hal ini menjadi pemicu beberapa komunitas musik underground untuk bangkit dan berbalik melawan konspirasi Zionis lewat musik underground.
Dalam pengajian ini menghadirkan pembicara dari Komunitas GHURABBA MILITANT TAWHEED, sebuah komunitas musik underground yang menjadikan musik sebagai sarana dan alat dakwah untuk menyampaikan Islam ke para penggemar musik cadas di komunitas tersebut, yang dipelopori oleh band Rock indie label The Roots Of Madinah. Pembicara tersebut adalah Thufail Al-Ghifari salah satu rapper yang cukup dikenal di komunitas underground dan hiphop local sekaligus vokalis dari band The Roots Of Madinah.
Dakwah di kalangan underground
Thufail Al-Ghifari mengupas tuntas mengenai musik underground yang pada awalnya lahirnya bertujuan sebagai kontra kultur dalam industri musik mainstream yang telah banyak berkembang, namun saat ini aliran musik ini justru ditunggangi oleh Zionis dengan menjauhkan pemuda-pemuda dari sendi kehidupan agamanya melalui pengidolaan figur-figur yang kontra islam, dan syair syair lagu yang mendoktrin pemahaman kontra islam.
“Para musisi ini kebanyakan menjalankan misi Zionis tanpa mereka sadari. Kita tidak bisa mengatakan bahwa anak underground itu sesat, atau anak underground itu agen zionis karena konspirasinya tidak terletak pada subjek tapi ada pada lirik yang disampaikan oleh musik – musik yang kebanyakan membawa ideologi dan pesan terselubung yang akhirnya menjadi gaya hidup dan perlawanan terhadap apa yang sering kami sebut kemapanan,” ujar Thufail.
Thufail juga menduga beberapa dari kutipan lirik yang ada di dalam musik-musik underground saat ini, antitesis dunia tanpa agama, tanpa negara dan tanpa ideologi yang murni merupakan pesan Zionis. Dan aspek lainnya yang mencoba menggiring para pemuda Muslim untuk menjauh dari agama mereka melalui musik.
Sama halnya dengan Muhammad Hariadi Nasution yang juga dikenal dengan panggilan “Ombat” vokalis dari band kawakan TENGKORAK, juga mengutip pernyataan seorang peneliti yahudi bernama Jeremiah Walah, yang memang sangat concern melakukan penelitian terhadap watak dan psikologi masyarakat Indonesia. Jeremiah Walah justru mengatakan secara terbuka kepada Ombat bahwa untuk menghancurkan Indonesia tidak perlu menggunakan senjata, hancurkan saja para generasi mudanya. Melalui musik metal dan film porno.
 
“Kalau kita menemukan anak metal lebih tersinggung ketika aliran metalnya dihina daripada agamanya, nah itulah bukti bahwa disini ada agenda zionis” kutipan pernyataan Ombat dari investigasi FPI di belakang panggung acara konser musik Approach Deen Avoid Sin di Bulungan pada tahun 2010.
Sejauh ini gerakan komunitas musik underground seperti GHURABBA MILITANT TAWHEED juga tidak sendirian, sebelumnya telah muncul pula beberapa komunitas lainnya, seperti Berandalan Puritan, Salam Satu Jari (One Finger Underground Movement) yang digawangi Band Senior TENGKORAK yang beraliran musik Grindcore Metal, ada juga PUNK MUSLIM yang digawangi Almarhum Budi Choiruni alias Buce yang berkonsentrasi pada anak-anak punk di sekitaran Blok M dan Senayan, dan gerakan lainnya yang mulai bermunculan satu persatu sebagai perlawanan kultur Zionis dalam musik underground.
Komunitas Salam Satu Jari Bahkan lebih frontal mengubah salam metal yang identik dengan tiga jari menjadi salam tawheed satu jari yang bermakna satu jari lebih kepada ketauhidan. ”Inti dari Salam satu jari ini adalah untuk mengingatkan kita kepada simbol Tawheed” begitu penjelasan Madmor vokalis band Purgatory yang kami dapat disela sela dokumentasi wawancara mereka disebuah acara konser musik Java Rock In Land di Indonesia.
Menurut Thufail hanya dengan cara inilah mereka bisa menyadarkan kaum muda yang berkecimpung dalam dunia underground dari segala pengaruh buruk. Bila suara pemuka agama tidak lagi didengar, sudah saatnya mereka sendiri yang harus bergerak. ”Sebenarnya wadah underground ini hanya bagian dari strategi perang ideologi melalui musik menjadi wadah untuk melawan sekaligus membangun pertahanan kultur untuk menandingi perang budaya yang ingin menggeser generasi islam dari nilai nilai Islam itu sendiri,” tambahnya lagi.
Berita palsu
Dalam kesempatan lain, perwakilan dari FPI Ustadz Tarmidzi, juga sudah menerima silahturahim dari perwakilan band – band senior dari komunitas Underground. Seperti Fahmi yang merupakan salah satu personel dari band Mortus.
Menurut pengakuan Fahmi sendiri, kehadiran dia juga mewakili komunitas studio Bendera Kuning yang didirikan oleh salah satu personel band Underground senior Betrayer. Fahmi sudah mendapatkan penjelasan langsung bahwa tidak ada rencana pembubaran Underground dari FPI.
Ustadz Tarmidzi menjelaskan bahwa semua itu hanyalah berita palsu dan tidak memiliki dasar yang kuat, mulai dari nama Budi Fahri Farid hingga Isu pembubaran dunia musik Underground adalah bohong.
“FPI tidak memerangi underground, yang FPI perangi adalah kemaksiatan. Dimana ada pornografi, alkoholik, dan ide ide liberalisme lainnya, maka FPI akan konsisten melakukan perlawanan minimal mensupport siapa saja yang melakukan perlawanan terhadap hal hal seperti itu, jadi isu FPI akan membubarkan Underground adalah berita bohong” ujarnya.
“Jika anda muslim maka anda tidak perlu takut terhadap gerakan dakwah ini” begitulah pernyataan Fahmi dari band Mortus diakhir dari silaturahim beliau yang disambut hangat oleh perwakilan FPI dan juga komunitas underground muslim.
Kehadiran komunitas Punk Muslim, Ghurabba Militan Tawheed, Salam Satu Jari (One Finger Underground Movement), Berandalan Puritan dan lain sebagainya merupakan titik revolusi puncak dari perlawanan terhadap kultur kontra Islam didalam dunia musik underground. Namun setelah revolusi, tetap harus ada bab lanjutan dimana dakwah harus terus bermuara pada pembinaan – pembinaan keislaman.
Dari situlah FPI menjadi tertarik untuk mengundang perwakilan dari dunia underground muslim ini untuk memaparkan secara singkat efek dari pergeseran budaya dan pemikiran yang terjadi karena musik musik barat yang masuk ke Indonesia.
Dan melalui sebuah film dokumenter berjudul Global Metal, kami memang melihat fakta yang jauh dari perkiraan kami, bahwasanya liberalisme, sekulerisme, atheisme, agnostik, pornografi, alkoholik dan budaya kebebasan yang berbeda dengan jati diri bangsa Indonesia justru banyak ditularkan melalui pergaulan hedonisme disebagian komunitas Underground ini.
Underground memang tidak sesat, namun setiap oknum dan pelaku penyebaran doktrinasi dari hal hal yang bertolak belakang dengan Islam tetap harus ditindak, minimal dibangun kontra kulturnya. Suatu hal yang mengagumkan kami menemukan banyak anak – anak dengan keterbatasan ilmu justru telah berani ‘memasang badan’ untuk melawan laju monster budaya yang merupakan bagian dari agenda zionis internasional ini.
Yang perlu diluruskan adalah, FPI memang tidak akan pernah membubarkan dunia musik underground. Jadi pemberitaan yang dimuat harian ‘The Jakarta Post’ terkait FPI dan Dunia Musik Underground  adalah tidak benar. Untuk selanjutnya diharapkan hal serupa tidak terulang kembali.

Sumber : arrahmah.com

Jumat, 25 Januari 2013

FPI Siap Bubarkan Acara Kemaksiatan Tahun Baru

Dalam rangka memperingati kelahiran Baginda Nabi Muhammad Saw, Front Pembela Islam (FPI) mengadakan maulid di Jl Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu (23/1/2013). Dalam acara tersebut selalu ada yang luar biasa dan berbeda dengan peringatan Maulid Nabi di tempat lain yang biasanya selalu mengulang cerita kelahiran Nabi saja, di FPI temanya selalu "menggigit". Tahun ini FPI mengambil tema yang cukup dahsyat, "Tegakkan Syariat, Raih Rahmat, Indonesia Selamat".

Acara ini dihadiri oleh ribuan umat Islam termasuk para kiai, habaib dan sejumlah tokoh nasional, mereka memberikan tausiahnya dengan penuh semangat perjuangan, diantaranya Habib Idrus Jamalulail, KH. Kholil Ridwan, Habib Ahmad Al Habsy, Hadad Alwi, KH. Shobri Lubis dan lain lain.

Salah satu penceramah, Sekjen FUI, KH M. Al Khaththath dalam sambutannya mengajak jamaah untuk lebih serius dalam berjuang. "Harus gerakan perubahan yang serius, negara kita ini negara musyawarah bukan demokrasi, oleh karena itu mulai saat ini jangan lagi mengatakan Indonesia negara demokrasi tapi katakanlah Indonesia negara musyawarah." ujarnya, Rabu malam (23/1/2013) di Petamburan, Jakarta Pusat.
"Dalam negara musyawarah aturan Allah yang maha Esa menjadi tolak ukur, yang sudah ada ketetapan hukumnya tidak boleh dimuswarahkan lagi, namun musyawarah itu hanya untuk teknisnya saja. contohnya nabi musyawarah dalam menentukan strategi jihad, hukum jihadnya wajib dan tidak dimusyawarahkan, hanya teknis strateginya saja." tambahnya.

Gerakan perubahan ditambahkan oleh pembicara lain, Permadi, seorang politisi yang selama ini kagum terhadap sosok Habib Rizieq mengatakan saat ini Indonesia dikuasai oleh kapitalisme liberal, sehingga iman dan taqwa merosot, homo, lesbi, narkoba, porno, dan berbagai kemaksiatan merajalela.
"Oleh karena itu harus ada gerakan perubahan, yaitu revolusi, revolusi belum selesai, revolusi bukan sesuatu yang tabu bukan juga sesuatu yang haram. Revolusi akan mengubah keadaan penuh keharaman menjadi halal. Perjuangkan Islam sampai berhasil. Dan saya percaya, yang mampu melakukan perubahan ini adalah Habib Rizieq beserta keluarga besar FPI nya, ini harus cepat karena jangan sampai kita di azab oleh Allah Swt," tegas Permadi.

Selain itu Ketua Umum FPI, Habib Rizieq Syihab walaupun dalam keadaan sakit tetap turut serta mengikuti acara dan menyambut para habaib, ulama, tokoh masyarakat dan ribuan jamaah yang hadir. Alhamdulillah walaupun ijin dipersulit, akhirnya acara maulid tersebut bisa diselenggarakan dengan menggunakan separuh jalan, dan seluruh jamaah yang hadir sangat antusias mengikuti acara dalam suasana langit yang cerah tidak hujan.

Namun FPI protes, kenapa untuk acara pengajian dipersulit padahal sebelumnya pemkot DKI justru menggunakan jalan untuk perayaan tahun baru masehi. “Kenapa umat Islam ingin merayakan Maulid Nabi dengan menutup Jl. Petamburan saja dipersulit sedangkan perayaan Tahun baru 1 Januari yang notabene penuh maksiat, Jl. Sudirman - Thamrin, jalan Protokol itu sengaja ditutup untuk dipenuhi dengan belasan panggung-panggung hiburan,” ujar Habib Rizieq.

Selain itu Habib Rizieq juga mengingatkan agar tahun depan Gubernur DKI Jokowi dan Ahok wakilnya untuk tidak lagi merayakan hal yang sama. "Kepada Jokowi Ahok, anda sudah membeli jakarta dengan maksiat. Kami sampaikan dengan hormat bukan dengan kebencian. Jika mau selamat, tahun depan jangan lagi mengundang azab Allah dengan membuat acara kemaksiatan" tegasnya.
"Dan kalau kau coba-coba lagi buat acara tahun depan, saya intruksikan kepada seluruh laskar untuk menggagalkan acara maksiat tahun baru tersebut." tambah Habib yang disambut dengan pekikan takbir "AllahuAkbar" dari seluruh jamaah.

“Jangan salahkan kami kalau kami selalu yakin bahwa terjadinya musibah karena berkaitan dengan kemungkaran dan kemaksiatan yang merajalela. Kami tidak benci kepada Jokowi Ahok tapi jika ingin selamat jangan ulangi kesalahan dikemudian hari,” pungkasnya.
Habib menjelaskan kenapa malam tahun baru mengundang bencana, "malam tahun baru masehi yang notabene perayaannya orang-orang kafir dimeriahkan dengan segala rupa hiburan, petasan dipasang hingga shubuh hari, milyaran dana keluar dengan mubazir. Malam tahun baru ribuan kembang api menyerang langit. Lalu langit menyerang bumi hanya dengan air hujan yang deras." terang Habib.


"Terjadinya musibah pasti berkaitan dengan kemaksiatan yang merejalela. Omong kosong jika bencana tidak ada kaitannya dengan kemaksiatan dan kemunkaran, tegas Allah Swt nyatakan dalam firmannya. Seandainya penduduk negeri itu beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” papar ketua umum FPI ini dengan gamblang.

Dalam musibah banjir kemarin FPI juga tidak tinggal diam, FPI telah membuka sekitar 40 posko untuk membantu para korban banjir, dan tidak hanya itu pasca banjir pun laskar tetap dikerahkan untuk membersihkan lingkungan. “Saya minta kepada seluruh posko FPI ketika ada bencana maka semua posko kemanusiaan FPI harus dibuka. DPP FPI akan membantu semaksimal mungkin. FPI adalah milik umat dan harus membantu umat tanpa memandang suku, ras maupun agama. Tanpa pamrih, tanpa ingin diliput wartawan. Kerja! bantu umat karena Allah. Pasca banjir banyak sampah, laskar FPI harus bekerja bantu masyarakat membersihkan lumpur dan sampah banjir. Kita lakukan penyemprotan anti wabah nyamuk terhadap rumah warga untuk antisipasi berbagai penyakit,” seru Habib.

Di akhir sambutannya Habib mengingatkan kepada masyarakat, “Masyarakat jangan berkecil hati, musibah merupakan ujian bagi yang beriman. Mudah-mudahan musibah kemarin jadi peringatan bagi kita semua. Dan musibah bisa menjadi azab bagi mereka yang kafir, murtad, fasik, munafik, ahli maksiat. Mari kita introspeksi diri, kalau kita banyak maksiat maka musibah yang menimpa kita adalah azab. Kita wajib kembali kepada Allah, mari kita bertaubat, mohon ampun pada Allah,” ajaknya

Dan tidak ketinggalan, beliau juga mengajak jamaah untuk berdoa minta ampun kepada Allah. Dengan selebaran doa yang dibagikan, Habib memipin doa untuk kesalamatan bangsa. "Wahai Allah yang maha segalanya, ampuni dosa kami wahai yang maha pengampun, selamatkan kami semua ya Allah dari segala siksa dan bencana, terimalah tobat kami ya Allah," tutup Habib.

Sumber : Suara-Islam.com

Kamis, 24 Januari 2013

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Markaz FPI

Selalu ada yang luar biasa dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Markaz FPI. Berbeda dengan peringatan Maulid Nabi di tempat lain yang biasanya selalu mengulang cerita kelahiran Nabi saja, di FPI temanya selalu "menggigit". Tahun ini FPI mengambil tema yang cukup dahsyat, "Tegakkan Syariat, Raih Rahmat, Indonesia Selamat".

Ketua Umum FPI, Habib Rizieq Syihab walaupun dalam keadaan sakit tetap turut serta mengikuti acara dan menyambut para habaib, ulama, tokoh masyarakat dan ribuan jamaah yang hadir.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan maulid FPI memang penuh dengan nuansa perjuangan. Para tokoh yang hadir mayoritas adalah ulama-ulama pergerakan yang selama ini berjuang untuk tegaknya syariat Islam di bumi nusantara ini.

Salah satu penceramah, Sekjen FUI, KH M. Al Khaththath dalam sambutannya mengajak jamaah untuk lebih serius dalam berjuang. "Harus gerakan perubahan yang serius, negara kita ini negara musyawarah bukan demokrasi, oleh karena itu mulai saat ini jangan lagi mengatakan Indonesia negara demokrasi tapi katakanlah Indonesia negara musyawarah." ujarnya, Rabu malam (23/1/2013) di Petamburan, Jakarta Pusat.

"Dalam negara musyawarah aturan Allah yang maha Esa menjadi tolak ukur, yang sudah ada ketetapan hukumnya tidak boleh dimuswarahkan lagi, namun musyawarah itu hanya untuk teknisnya saja. contohnya nabi musyawarah dalam menentukan strategi jihad, hukum jihadnya wajib dan tidak dimusyawarahkan, hanya teknis strateginya saja." tambahnya.

Gerakan perubahan ditambahkan oleh pembicara lain, Permadi, seorang politisi yang selama ini kagum terhadap sosok Habib Rizieq mengatakan saat ini Indonesia dikuasai oleh kapitalisme liberal, sehingga iman dan taqwa merosot, homo, lesbi, narkoba, porno, dan berbagai kemaksiatan merajalela.

"Oleh karena itu harus ada gerakan perubahan, yaitu revolusi, revolusi belum selesai, revolusi bukan sesuatu yang tabu bukan juga sesuatu yang haram. Revolusi akan mengubah keadaan penuh keharaman menjadi halal. Perjuangkan Islam sampai berhasil. Dan saya percaya, yang mampu melakukan perubahan ini adalah Habib Rizieq beserta keluarga besar FPI nya, ini harus cepat karena jangan sampai kita di azab oleh Allah Swt," tegas Permadi.

Selain kedua pembicara tersebut, banyak sekali tokoh yang hadir memberikan tausiahnya dengan penuh semangat perjuangan, diantaranya Habib Idrus Jamalulail, KH. Kholil Ridwan, Habib Ahmad Al Habsy, Hadad Alwi, KH. Shobri Lubis dan lain lain.

Berikut dokumentasi fotonya:

Walaupun dalam keadaan sakit, Habib Rizieq tetap mengikuti acara
Habib Abdurrahman dari Hadramaut Yaman
Habib Idrus Jamalulail
Habib Ahmad al Habsy
Hadad Alwi melantunkan shalawat dengan suara merdunya
KH. Ahmad Kholil Ridwan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat
KH. Ahmad Baidowi
KH. Ahmad Shobri Lubis (Sekjen FPI)
Permadi

Tak kenal (FPI) maka tak sayang...

Apa yang membuat Anda menuliskan ‘Dear FPI’ di Twitter?
Saat itu, Minggu 8 Agustus 2010, di Twitter ribut-ribut soal FPI, banyak yang mengkritik FPI soal HKBP Bekasi, soal tindakan anarkis yang dilakukan. Saya waktu itu terpengaruh, ok, mungkin FPI memang melakukan kekerasan. Namun, dari pada mencaci maki, saya langsung mengajukan pertanyaan.
Ada beberapa yang saya tuliskan, di antaranya, "Dear FPI, bila memang itu tindakan kalian, apakah kalian yakin sesuai dengan perilaku Nabi Muhammad.”
Ada lagi, “Dear FPI, apakah kalian yakin akan direstui Allah.” Juga, "Dear FPI, Islam cinta damai bukan kekerasan.”
Kemudian saya ingin berdialog dengan FPI, lalu saya bahkan bertanya di Twitter, ada yang tahu markas FPI di mana.
Untuk orang-orang yang saling menghujat, sebagai muslim saya mengatakan pada teman-teman lain bahwa Islam tidak seperti itu. Saat itu, saya atas nama umat Islam juga meminta maaf, karena itu (tindakan FPI) bukan mencerminkan agama Islam.

Apa isi dialog Anda dengan FPI?
FPI memiliki prinsip amar makruf nahi munkar, salah satunya, lawan kemaksiatan dengan tangan. Namun, pengertian ‘tangan’ yang dimiliki FPI dan saya berbeda. Bagi FPI, tangan adalah tangan.
Sementara sepemahaman saya, tindakan adalah action, tindakan.
Misalnya, jika ada perbuatan maksiat, kita lawan dengan tindakan, misalnya bekerja sama dengan pihak terkait, membuka lapangan pekerjaan agar mereka tak lagi melakukan tindakan maksiat.

Itulah sekelumit wawancara fahiraidris sebelum mengenal FPI dan masih banyak lagi penilaian fahiraidris yang sedikit mencibir terhadap FPI, tapi setelah  fahiraidris bertemu dan bertabayun dengan ketua umum FPI Dr.Al-Habib Muhammad Rizieq Syihab Lc.MA kini banyak memuji perjuangan FPI dan tidak segan-segan menuliskan kekaguman nya terhadap FPI yg di tuangkan dalam Accoun twitter nya.
twitter : @Ratonoefendi

Senin, 21 Januari 2013

Produser TvOne Akui Media Tidak Fair Terhadap FPI

Bukan rahasia lagi bahwa bisnis media, baik nasional maupun internasional, sebagian besar dikuasai oleh kelompok pendukung paham Sekularisme-Pluralisme-Liberalisme (SEPILIS), sebuah paham yang ditolak oleh seluruh agama di dunia. Sementara Front Pembela Islam (FPI) merupakan ormas Islam penggiat amar makruf nahi munkar yang selalu berada di garis depan dalam memberantas maksiat, penodaan agama dan aqidah Islam, termasuk disini menentang paham SEPILIS. Maka tidak heran kalau FPI selalu mendapat perlakuan tidak adil dari media. Media pendukung paham SEPILIS selalu menyudutkan FPI, seolah tidak ada kebaikan sedikitpun yang bisa diambil dari FPI. Sejumlah aksi-aksi kemanusiaan yang selalu dilakukan FPI tidak pernah sedikitpun diberitakan, sementara manakala “oknum” FPI (bukan kebijakan organisasi) terprovokasi dan terpancing melakukan anarkisme, maka media pendukung SEPILIS seakan berlomba-lomba menempatkannya sebagai berita utama.

FPI selalu diperlakukan tidak adil, dan sengaja dicitrakan jelek oleh sebagian besar media. Itulah kesimpulan Redaktur KabarNet terhadap analisa cerdas Produser TvOne, Mohamad Fadhilah Zein, sebagaimana dikutip oleh Eramuslim berikut ini:

FPI Dalam Pusaran Media-media

Selasa, 14/02/2012 09:47 WIB

Oleh, Mohamad Fadhilah Zein (Produser TvOne)

Front Pembela Islam (FPI) menjadi bulan-bulanan media. Berangkat dari sinisme terhadap FPI, akhirnya pemberitaan yang dilakukan sebagian media menjadi tidak obyektif. Kecuali media Islam, beberapa media menyajikan pemberitaan yang mengarahkan pembacanya pada citra buruk FPI.

Sikap sinis ini semakin kentara ketika media menghadirkan berita yang tidak sama antara badan berita dengan judul. Misalnya, Kompas.com tertanggal 12 februari pukul 12.40 WIB, yang menurunkan berita tentang statemen Din Syamsudin terkait penolakan kehadiran FPI di Kalimantan Tengah. Judul berita yang diturunkan Kompas.com adalah “Din Syamsudin: Tolak Ormas Anarkis”. Isi berita tersebut adalah pernyataan Din Syamsudin yang menolak segala bentuk kekerasan. Tidak ada satu kalimat pun dari Ketua Umum PP Muhammadiyah, di berita itu, yang menyebut “Tolak Ormas Anarkis.”

Pemberian judul di atas menjadi bias karena seolah-olah Din Syamsudin menolak FPI, padahal dalam pernyataannya, Din hanya mengatakan tolak segala bentuk aksi kekerasan yang bisa dilakukan siapa saja. Bisa disimpulkan, Kompas.com sudah melakukan penghukuman terhadap FPI (Trial by The Press) dengan memberikan judul seperti itu.Selengkapnya bisa dilihat http://nasional.kompas.com/read/2012/02/12/12403753/Din.Syamsuddin.Tolak.Ormas.Anarkis.

Lain pula yang dilakukan Vivanews.com. Media ini menurunkan sejumlah berita terkait kehadiran FPI di Kalimantan Tengah namun mendapat penolakan dari masyarakat setempat. Salah satu berita yang cukup bombastis adalah berita dengan judul “Usir FPI karena Warga Dayak Trauma Konflik” tertanggal 14 februari pukul 00:02 WIB.

Dengan judul menggunakan tanda kutip, pembaca disuguhi pernyataan langsung dari seorang pengamat. Redaksi tentu sudah memilih siapa pengamat yang jawabannya sesuai dengan keinginan mereka. Uniknya, ada lead yang memperkuat judul dalam berita itu, “Tak ada terkait agama. Mereka tidak menolak Islam, tapi menolak radikalisme.” Pemilihan lead semacam ini menjadi biasa dilakukan awak redaksi untuk mengarahkan kemana pembaca akan digiring. Selengkapnya bisa dilihat

http://nasional.vivanews.com/news/read/287841–usir-fpi-karena-warga-dayak-trauma-konflik-

Detik.com sebagai portal berita internet yang kini dikuasai Transcorp juga tidak kalah menunjukkan sinisme terhadap FPI. Media ini bahkan menghilangkan identitas Habib pada Ketua Umum FPI Muhammad Rizieq Shihab. Di setiap penulisan berita, Detik.com selalu menyebut Ketua Umum FPI Rizieq Shihab. Tidak ada penjelasan mengenai hal ini dari portal berita ini.

Di beritanya lainnya, Detik.com mewawancarai peneliti SETARA Institute yang notabene adalah lawan ideologis FPI. Dalam wawancara itu, FPI digambarkan sebagai organisasi yang kebal terhadap hukum karena merusak tempat-tempat prostitusi , penyebaran miras dan lain sebagainya, namun dibiarkan oleh pemerintah. Statemen peneliti SETARA Institute pun dikutip hanya sebagian oleh Detik.com, karena di akhir badan berita, penulisnya hanya mengutip penggalan kalimat dari berita yang sudah tayang sebelumnya. Beritanya bisa di lihat

http://news.detik.com/read/2012/02/13/020916/1840605/10/insiden-tolak-fpi-di-palangkaraya-bentuk-kekecewaan-pada-pemerintah?nd992203605

Yang harus diperhatikan lebih di Detik.com adalah komentar-komentar dari pembaca yang kebanyakan anonim. Setiap berita menyangkut FPI atau Islam, pasti banyak komentar-komentar sinis, bahkan menghina, yang sepertinya dibiarkan oleh redaksi Detik.com.

Sementara itu, Antaranews.com yang menjadi kantor berita resmi pun menurunkan sejumlah berita yang bisa disimpulkan tidak setuju dengan adanya FPI. Beberapa judul yang ditulis media ini bahkan menunjukkan sikap redaksi yang demikian. Salah satunya adalah berita dengan judul “Warga Dayak Tolak FPI” tertanggal 11 Februari pukul 15:54 WIB. Beritanya

http://www.antaranews.com/berita/296896/warga-dayak-tolak-fpi

Antaranews.com rupanya juga menurunkan berita yang sama dengan Kompas.com tertanggal 12 Februari dengan narasumber Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin. Berbeda dengan Kompas.com, Antaranews.com tidak mengutip satu kata pun tentang ormas anarkis.Dalam artikel itu, Din Syamsudin menekankan tidak ada agama di Indonesia yang menolak keberagaman.

Bagaimana media massa Islam?

Berbeda dengan media-media massa mainstream, media Islam justru melakukan pembelaan terhadap FPI. Sebut saja eramuslim.com, voa-islam.com, arrahmah.com, hidayatullah.com dan republika.co.id. Sebagian dari media massa itu bahkan menyebut Dayak Kafir untuk menunjukkan sikap redaksi.

Mereka mengutip statemen dari seluruh pengurus FPI, pengamat Islam yang menguntungkan FPI, atau statemen-statemen pejabat negara, dalam hal ini kepolisian, untuk memposisikan FPI sebagai pihak yang tidak dirugikan. Hidayatullah.com bahkan tidak ragu menyebut adanya upaya pembunuhan atas apa yang terjadi pada Sabtu (11/2) yang lalu.

Media ini mengutip pernyataan Wasekjen FPI, KH. Awit Masyhuri yang menyebut ada pihak-pihak yang khawatir kepentingan ekonominya terganggu dengan kedatangan FPI. Menurut Awit, sebulan lalu delegasi warga Dayak Kalteng dari berbagai agama mendatangi DPP FPI di Petamburan untuk meminta bantuan untuk menghadapi arogansi Gubernur Kalteng dan Kapolda Kalteng tentang konflik agraria seperti Kasus Mesuji– Lampung.

Voice of Al-Islam atau VOA-Islam.com lebih keras lagi menyebut Dayak Kafir atas apa yang terjadi dengan FPI. Media ini juga menunjukkan pembelaan terhadap Habib Rizieq Shihab dan seluruh pendukungnya. Hal ini jelas karena posisi media ini adalah sesuai dengan visi dan misinya yang khawatir dengan nasib umat Islam yang semakin termarjinalkan dengan kelompok-kelompok Kapitalis dan Zionis.

Eramuslim.com yang lebih dulu menjadi portal berita dunia Islam juga membela FPI. Ada yang menarik dari tulisan editorial Media Islam Rujukan ini. Editorial berjudul “Mengapa Menolak Habib Rizieq?” mempertanyakan sikap ambivalensi media terhadap pelaku-pelaku kekerasan di tanah air.

Dalam tulisan itu, Eramuslim mengkritisi arti kekerasan yang sering disematkan pada FPI. Padahal, pada kenyataannya, banyak kekerasan-kekerasan yang dialami umat Islam di daerah, justru dilakukan kelompok-kelompok non-muslim, namun hal itu tidak diungkap media-media massa mainstream.

Dalam kerusuhan Madura vs Dayak, Eramuslim.com mengungkit kembali kerusuhan antara Muslim vs Kristen. Selengkapnya bisa dilihat

http://www.eramuslim.com/editorial/mengapa-menolak-habib-riziq.htm

Arrahmah.com yang mengusung tagline Berita Dunia Islam & Berita Jihad Terdepan, mengeluarkan sikap redaksi yang keras. Meminjam pernyataan Ketua bidang Nahi Munkar DPP FPI Munarman, media online ini menghalalkan darah kafir harbi yang menghalang-halangi dakwah Islamiyah.

Bahkan, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang, dicap sebagai kafir harbi yang darahnya halal untuk ditumpahkan. Beritanya ada disini:

http://arrahmah.com/read/2012/02/11/17991-munarman-kafir-yang-menghalangi-dakwah-adalah-kafir-harbi-halal-darahnya.html

Kebenaran Hakikat vs Kebenaran Prosedural

Dari uraian pemberitaan di atas, terbukti bahwa media-media memiliki banyak kepentingan, bisa ideologis, ekonomi, politik dan lain sebagainya. Awak redaksi akan menentukan seperti apa wajah media tersebut. Seorang muslimkah dia, liberal, agnostik, kejawen dan sebagainya, akan mempengaruhi berita-berita yang disuguhkan. Pembaca pun hanya menjadi penonton, yang jika tidak hati-hati dan cerdas, akan terhanyut dan terombang-ambing dalam pusaran informasi yang begitu deras dan terbuka. Independensi media massa pun dipertanyakan, jika melihat dari pemberitaan FPI.

Bahkan, media berperan besar dalam menstigmakan FPI sebagai organisasi pro-kekerasan. Bayangkan saja, setiap ada penggerebekan yang dilakukan FPI, maka jurnalis televisi akan selalu hadir. Tayangan video itu lalu disiarkan secara langsung di setiap program berita. Masyarakat pun tercengang dengan apa yang disaksikannya. Jadilah, FPI tertuduh sebagai ormas kekerasan.

Apakah kekerasan hanya dilakukan FPI? Jawabnya tidak. Kita semua tahu bahwa pelaku kerusuhan di daerah banyak juga yang dilakukan oleh non-muslim. Namun, porsi pemberitaannya tidak sama dengan apa yang dilakukan FPI.

Jika kita melihat hakikat yang dilakukan FPI, maka kebenaran yang diusung tidak terbantahkan. Maksudnya begini, siapa pun pasti setuju bahwa minuman keras, prostitusi, perjudian dan sejenisnya adalah tindak kejahatan yang harus diberantas. Tidak perlu ditanya betapa banyak bukti kehancuran akibat perbuatan-perbuatan tersebut. Kecuali bagi penganut adanya kebenaran relatif, maka hal-hal tersebut tentu tidak berlaku.

Apa yang dilakukan FPI secara hakikat adalah benar, karena mereka menghilangkan penyakit sosial masyarakat yang sudah endemik. Kekerasan yang mereka lakukan biasanya menjadi pilihan terakhir, karena adanya kelompok penentang. Pun hingga saat ini, kekerasan itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Bandingkan dengan kekerasan di daerah, misalnya Ambon, Poso, Bima, Makassar dan lainnya sebagainya, yang menyebabkan korban meninggal dunia. Kebenaran hakikat yang diyakini FPI bertabrakan dengan kebenaran prosedural yang ditetapkan dalam kehidupan masyarakat.

Ambil contoh kasus Perda Miras yang ramai beberapa waktu lalu. Kementerian Dalam Negeri berdalih Perda-perda Miras bertentangan dengan Keputusan Presiden Nomor 3 tahun 1997. Oleh sebab itu, muncul wacana pencabutan Perda-perda tersebut.

Secara prosedural perundang-undangan, upaya Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi benar untuk mencabut Perda-perda tersebut. Tapi, secara hakikat, dia akan bertabrakan dengan kebenaran yang diyakini umat Islam secara mayoritas.

Inilah contoh kasus yang menyebabkan lahirnya kelompok-kelompok seperti FPI. Selama kebenaran prosedural tidak berdasarkan kebenaran hakikat, maka akan selalu lahir generasi pembela Islam. Dan, bagi mereka yang sungguh-sungguh memerangi FPI dikhawatirkan terjangkit penyakit Islamophobia yang wabahnya sudah mendunia.

Habib Rizieq instruksikan laskar FPI lanjutkan bantuan tangani pasca banjir

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam (DPP-FPI), Habib Muhammad Rizieq Syihab Lc.MA menginstruksikan kepada anggotanya untuk meluaskan bantuan dengan penanganan pasca banjir dimasyarakat.
"Segera kerahkan semua laskar FPI untuk membantu masyarakat membersihkan lumpur dan sampah akibat banjir dari rumah warga dan perkampungan!" tegasnya seperti disampaikan kepada arrahmah.com melalui pesan singkatnya, Minggu Malam (20/1/2013)

Hingga saat ini Laskar Front Pembela Islam (FPI) masih bertahan di posko-posko bantuan korban banjir, tepatnya di 21 titik di seluruh DKI Jakarta. Ormas yang dikenal tegas dalam nahi munkar ini mengerahkan seluruh anggotanya untuk membantu warga DKI Jakarta dengan pelayanan evakuasi, tenda pengungsi, dapur umum, klinik darurat, kebutuhan wanita dan bayi, bimbingan rohani, dan lain sebagainya. Inilah bentuk kepedulian FPI terhada warga Jakarta yang mengalami musibah banjir.FPI juga menerima dan menyalurkan bantuan untuk masyarakat yang membutuhkan.

Ketua Umum DPP FPI, Habib Rizieq mengajak seluruh umat Islam untuk berbondong-bondong membantu korban banjir Jakarta."Bagi masyarakat yang ingin turut serta dalam membantu korban banjir, bisa mengubungi Markas Besar FPI Petamburan atau melalui beberapa kontak pengurus," ungkap Habib Rizieq beberapa waktu lalu (15/1/2013) kepada arrahmah.com.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, sejak Selasa (16/1) lalu, FPI telah membagikan ribuan nasi bungkus dan bantuan obat-obatan bagi warga korban banjir di Bukit Duri, Kampung Pulo, dan Jati Negara.
Selain itu, Ketua DPW FPI DKI Jakarta, Habib Salim alatas alias Habib Selon, juga menerangkan bawa FPI juga masih mengumpulkan sumbangan dari para donatur untuk pengadaan baju layak pakai, susu bayi, dan pembalut wanita. "Kita segera akan memberi bantuan pembalut wanita, susu bayi, dan beberapa potong baju buat para korban. Pembalut wanita dan susu sangat penting, karena korban banjir sangat membutuhkan," ujar Selon.
 Jadi, salah besar jika FPI hanya memerangi kemaksiatan. FPI justru mau peduli dengan musibah banjir yang menimpa warga Jakarta dengan memberi bantuan melalui posko-posko yang didirikan.

Fitnah serang FPI
Ditengah, aksi peduli yang dilakukan laskar FPI untuk korban banjir. Tak disangka, masih ada orang yang menebarkan fitnah bahwasanya FPI tidak punya kepedulian terhadap korban banjir. Fitnah dilancarkan melalui broadcast BBM, berikut pesan fitnah tersebut:

"Dimana FPI..??? Dimana FPI..??? Sejak terjadinya banjir besar dari tanggal 17 Januari 2013 sampai saat ini, berbagai elemen masyarakat dan organisasi baik pemerintah maupun swasta bahu membahu meringankan beban para korban banjir, dari mulai TNI, LSM hingga persatuan artis. Salut untuk kerja keras mereka semua. Tapi sungguh mengherankan di antara mereka tidak terlihat batang hidung FPI yang sok suci.."
Menanggapi pesan fitnah, tersebut Ketua Bidang Nahi Munkar FPI, Munarman,SH menjelaskan bahwa dia sudah membuat broadcast tandingan berupa pemberian alamat posko-posko FPI dan nomor kontak yang dapat dikonfirmasi, link berita dari media Islam dan twitter @dduror yang mempublikasi foto-foto kegiatan solidaritas FPI terhadap korban banjir.
"Hanya sekedar memberikan BC(broadcast) yang berimbang kepada pengguna BB, sampaikan ini juga sampai ke yang nulis fitnah terhadap FPI," ungkap Munarman menjelaskan isi broadcastnya kepada arrahmah.com, Minggu malam(20/1/2013)

Sementara itu, berkaitan dengan beredarnya fitnah terhadap FPI, para laskar mengatakan, "kami berjuang apa adanya, dengan biaya pribadi, bukan biaya negara yang diambil dari uang rakyat. Kami selalu berusaha menjadi yang terdepan disetiap upaya menolong korban bencana. Kami tidak butuh diliput, kami hanya mengharap Ridho Allah Swt disetiap perjuangan kami." Ujar Ustadz Jafar laskar FPI Jakarta seperti dilansir Suara Islam Online.
"Bukan jabatan tujuan kami, bukan uang tujuan kami, tujuan kami tidak lain dan tidak bukan melainkan semata-mata karena mengharap Ridho Allah Swt. Kami akan terus berjuang menegakkan Amar Ma'ruf Nahi Munkar, meskipun orang-orang kafir, orang-orang munafik dan media-media sekuler tidak menyukai." tambahnya.

Lain halnya dengan Ustadz Jafar, laskar lainnya punya pengalaman menarik, "Walaupun kami difitnah, namun faktanya alhamdulillah masyarakat senang terhadap kami, para korban lebih sering mendatangi posko FPI, pada saat kami menyalurkan bantuan melalui pintu ke pintu rumahnya "Subhannallah" mereka meriakkan takbir, mereka menyebut-nyebut guru kami, Habib Muhammad Rizieq Syihab, Allahuakbar betapa mulia perjuangan ini," cerita Habib Al Hamid laskar FPI Condet Raya.

Sumber : arrahmah.com

Rieke Diah Pitaloka merusak acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang di adakan DPW FPI Cirebon

Rieke Diah Pitaloka menjadi "tamu tidak diundang" dan berkampanye pada acara 'Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad saw. yang diadakan pada,
hari : jum'at
tanggal : 6 rabiul awwal 1434 H / 18 januari 2013
tempat : masjid Al-Husaini, Cirebon.

Acara yang diadakan oleh DPW FPI Cirebon ini, Rieke Diah Pitaloka "mengganggu" kekhusu'an para jama'ah yang hadir di acara Maulid tersebut, dengan memanfaatkan acara tersebut sebagai kampanye untuk menuju kursi calon Gubernur Jawa Barat.

Rieke bahkan mengatakan bahwa DPW FPI Cirebon mendukung dirinya maju dalam pencalonan gubernur Jawa Barat.

Saat dikonfirmasi kepada al-Habib Muhammad al-Habsyi, ketua tanfidzi Dewan Pimpinan Wilayah FPI Cirebon mengatakan, "itu tidak betul. Kami DPW FPI Cirebon menyakatan bahwa FPI Cirebon TIDAK PERNAH mengeluarkan pernyataan seperti yang dikatakan oleh Rieke untuk maju dalam bursa calgub Jabar".

Lebih miris lagi, Rieke yang saat itu diiringi oleh pendukungnya yang memakai pakaian kotak-kotak seperti yang dipakai oleh pasangan Jokowi-Ahok, diliput dan disiarkan oleh media Radar Cirebon TV.

Habib Muhammad al-Hbasyi dan jajaran Dewan Tanfidzi DPW FPI Cirebon telah mendatangi kantor RC-TV untuk melakukan klarifikasi dan menuntut radaktur RC-TV untuk mencabut berita yang ditayangkan oleh RC-TV.

tertanda :

Al-Habib Muhammad Al-Habsyi, ketua tanfidzi DPW Cirebon

Sumber : Humas DPD FPI Jawa Barat

Aktivitas FPI dalam Membantu Korban Banjir Jakarta

"Dimana FPI..??? Dimana FPI..??? Sejak terjadinya banjir besar dari tanggal 17 Januari 2013 sampai saat ini, berbagai elemen masyarakat dan organisasi baik pemerintah maupun swasta bahu membahu meringankan beban para korban banjir, dari mulai TNI, LSM hingga persatuan artis. Salut untuk kerja keras mereka semua. Tapi sungguh mengherankan di antara mereka tidak terlihat batang hidung FPI yang sok suci.." Begitu pesan yang disebarkan di media sosial terkait musibah banjir di Jakarta.

Namun bagi FPI fitnah semacam itu bukan sesuatu yang aneh buat mereka. Sebelumnya dalam bencana Tsunami Aceh misalnya, FPI dan ormas-ormas Islam berhasil mengevakuasi 70.000 mayat, namun tak satupun media sekuler yang memberitakan, begitupun seperti bencana di Jogjakarta, Bantul, Tasikmalaya, Ciamis dan lain-lain.

Dalam bencana banjir di Jakarta saat ini, FPI telah membuka posko sebanyak 21 titik di seluruh DKI Jakarta. Dan ormas Islam yang dipimpin oleh Habib Rizieq Syihab ini mengerahkan seluruh anggotanya untuk membantu warga DKI Jakarta dengan pelayanan evakuasi, tenda pengungsi, dapur umum, klinik darurat, kebutuhan wanita dan bayi, bimbingan rohani, dan lain sebagainya. Inilah bentuk kepedulian FPI terhadap warga Jakarta yang mengalami musibah banjir.

Dan berkaitan dengan beredarnya fitnah terhadap FPI, kepada Suara Islam Online para laskar mengatakan, "kami berjuang apa adanya, dengan biaya pribadi, bukan biaya negara yang diambil dari uang rakyat. Kami selalu berusaha menjadi yang terdepan disetiap upaya menolong korban bencana. Kami tidak butuh diliput, kami hanya mengharap Ridho Allah Swt disetiap perjuangan kami." Ujar Ustadz Jafar laskar FPI Jakarta.

"Bukan jabatan tujuan kami, bukan uang tujuan kami, tujuan kami tidak lain dan tidak bukan melainkan semata-mata karena mengharap Ridho Allah Swt. Kami akan terus berjuang menegakkan Amar Ma'ruf Nahi Munkar, meskipun orang-orang kafir, orang-orang munafik dan media-media sekuler tidak menyukai." tambahnya.

Lain halnya dengan Ustadz Jafar, laskar lainnya punya pengalaman menarik, "Walaupun kami difitnah, namun faktanya alhamdulillah masyarakat senang terhadap kami, para korban lebih sering mendatangi posko FPI, pada saat kami menyalurkan bantuan melalui pintu ke pintu rumahnya "Subhannallah" mereka meriakkan takbir, mereka menyebut-nyebut guru kami, Habib Muhammad Rizieq Syihab, Allahuakbar betapa mulia perjuangan ini," cerita Habib Al Hamid laskar FPI Condet Raya.



Sumber : Suara Islam.com

Jumat, 18 Januari 2013

Posko Relawan FPI Nasional

Front Pembela Islam Banjir memang masih menjadi suatu yang menakutkan bagi warga Jakarta. Ibu kota negara DKI Jakarta yang sejatinya sebagai simbol kemajuan suatu negara kini lunglai tak berdaya dikepung banjir, akitivitas perekonomian lumpuh. Warga yang lokasinya berada di daerah aliran sungai, mengungsi. Ada yang menempati masjid, musola, balai warga, dan bahkan kolong jembatan. Harta benda seadanya mereka selamatkan, yang terpenting jiwa selamat tak termakan banjir atau terseret arus sungai.

Penyebab-penyebab banjir antara lain, hilangnya fungsi resapan/jalur hijau dan situ sebagai penampung hujan, menyempitnya sungai karena banyaknya bangunan, reklamasi pantai, dan sampah yang menumpuk di sungai. Itu semua akibat ulah manusia yang cenderung merusak lingkungan, pelakunya bukan hanya masyarakat tetapi juga para pemangku kebijakan itu sendiri.

Menyikapi hal ini, seperti biasanya Front Pembela Islam (FPI), telah membuka posko kemanusiaan bantuan guna meringankan kesulitan para korban banjir. Beragam aktivitas telah dilakukan, sedikitnya FPI menerjunkan relawan di 20 titik wilayah DKI untuk membantu korban banjir.

Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Syihab, mengajak kepada umat Islam untuk berbondong-bondong membantu saudara-saudara kita semua dengan menyalurkan bantuan untuk mereka. Habib Rizieq menjelaskan, posko banjir FPI sejak sepekan lalu telah dibuka. Posko Banjir FPI berada di 21 titik di seluruh DKI dengan aktivitas: Evakuasi, Tenda Pengungsi, Dapur Umum, Klinik Darurat, Kebutuhan Wanita dan Bayi, Bimbingan Rohani dan sebagainya. Oleh karena itu, bagi yang ingin menyalurkan bantuan, silahkan menghubungi langsung Markas Besar Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan atau kontak:
  • Habib Salim Selon (FPI DKI), HP: 08561207345
  • Habib Thohir (HILMI FPI), HP: 085814374689
  • Habib Ali Alhamid (HILMI FPI), HP: 087877375809
  • Irwan (Markas FPI), HP: 085333373323
  • Haji Hasan (Bend FPI), HP: 08129960399

Sumber :www.fpi.or.id

Rabu, 16 Januari 2013

Relawan FPI DKI Jakarta buka posko banjir.

Jakarta Timur 16/01/2013.Bali Mester, Kira-kira pukul 09.00 WIB, Beberapa pemuda berseragam Laskar Pembela Islam, Sibuk membangun sebuah posko sederhana, di Lokasi kebanjiran, di Kel. Bali Mester Kec. Makasar Jakarta Timur. Sekitar 30 menit, bangunan posko sederhana sudah berdiri, air mineral dan roti disusun di meja kayu. Sekitar 5 Orang anggota FPI bersiaga di posko tersebut, para korban banjir yang mengungsi di sepanjang jalan. Jatinegara Barat, berduyun-duyun menuju posko tersebut dan mengambil air mineral serta roti yang telah di siapkan tersebut.

Belum sampai lebih dari 1 jam 10 Dus air mineral dan 300 Roti habis diserbu para pengungsi. Ust. Chairullah ( Wali Laskar Pembela Islam Jakarta Timur ) yang memang sudah beberapa kali membuka posko bencana bersama para Laskar Pembela Islam Jakarta Timur mengatakan " Bantuan yang disalurkan ini berasal dari Anggota FPI sendiri dan para Donatur yang menyumbangkan bantuan melalui FPI, selain makanan dan minuman. Siang tadi Alhamdulillah Saudara kita dari Islamic Medical Center ( IMC ) bergabung bersama kita guna membuka pengobatan Gratis saat ini sudah hampir 100 orang yang berobat terdiri dari Ibu-Ibu, Manula dan anak-anak keluhan mereka bervariasi dari kepala pusing-pusing, Sesak nafas, gatal-gatal, bahkan ada seorang Ibu yang pingsan", Pengobatan gratis di tutup sekitar pukul 16.00 WIB dan akan di buka kembali esok hari.Menurut keterangan yang penulis himpun saat berita ini diturunkan ada kurang lebih 30an anggota Laskar yang siaga di posko tersebut selain menghimpun dan menyalurkan bantuan sebagian laskar ada yang membantu Aparat Kepolisian mengatur lalu lintas, dikarenakan Jalan Jatinegara Barat di Tutup total dan di alihkan ke Jalan Jatinegara Timur.

Sdr Andi Putra salah satu pengurus Markas Wilayah LPI Jakarta Timur, ketika di konfirmasi melalui sms mengatakan, " Apabila ada kaum muslimin ingin membantu korban Banjir disini ( red. Bali mester ) bisa menyalurkan bantuannya melalui kami, Insya Alloh akan kami salurkan kepada yang membutuhkan, kami berada disini bertujuan mendapat Rhido dari Alloh SWT, niscaya Alloh mencatat apa yang kami lakukan", Sdr. Andi Putra juga menambahkan bahwa FPI akan bertahan selama masih dibutuhkan oleh para korban banjir, FPI akan berjaga bergantian sesuai dengan Intruksi Wali Laskar.

" Semoga para korban di beri ketabahan dalam menghadapi cobaan dan dapat mengambil pelajaran atas apa yang terjadi".

Sumber : Abu Ja'far Al Qital Markas Wilayah LPI Jakarta Timur.

Selasa, 15 Januari 2013

Laskar FPI Bogor Bantu Evakuasi Bencana Longsor Megamendung

Hujan deras yang turun sejak pagi hari ini, Selasa (15/1/2013) di wilayah Bogor dan sekitarnya telah mengakibatkan terjadinya longsor di daerah Cibogo Megamendung, Bogor. Sampai berita ini diturunkan, bencana tersebut telah menelan korban sebanyak 6 orang.
Selain menelan korban tewas, longsor juga merusak 8 rumah dan sebuah mushola. Rumah-rumah itu berada di bawah tebing 30 meter, berjarak 100-150 meter dari Sungai Ciesek, anak Sungai Ciliwung.

Menanggapi tragedi bencana ini, Habib Iye Al Jufri, Panglima Laskar Pembela Islam (LPI) Bogor Raya segera menginstruksikan anggotanya untuk turun membantu proses evakuasi bencana tersebut.

Kepada Suara Islam Online, Habib Iye menghimbau kaum muslim untuk memberikan pertolongan, "Mari kita bantu lewat tenaga dan harta, silahkan bagi yang mau membantu tenanganya bisa bergabung dengan kami dan masyarakat, namun yang tidak bisa membantu lewat tenaga tapi mau lewat harta itu juga bisa", ujarnya.

"Bagi yang ingin membantu korban bencana longsor Megamendung Bogor dengan hartanya bisa mengirimkan bantuannya melalui rekening, namun berhubung LPI Bogor belum memiliki rekening untuk sementara memakai rekening pribadi saya". tambah Habib Iye.

"No rekeningnya ada dua, BCA 0952995811 atau BRI 321901008540535 atas nama Ye Muhammad. Yang sudah transfer mohon dikabarkan ke 087877112182 atau 081385447489. InsyaAllah amanah tersebut segera kita salurkan kepada yang berhak", paparnya.

Tak ketinggalan, dalam peristiwa bencana ini Habib Iye juga mengingatkan agar kita senantiasa meningkatkan ketaqwaan dan menjauhi maksiat. "Bencana merupakan peringatan dari Allah Swt kepada kita makhluknya agar senantiasa bertaqwa kepadaNya, dan kita juga harus menjauhi segala kemaksiatan sebagai sumber bencana. Dan jangan pernah lelah untuk memerangi kemaksiatan, kita harus selalu semangat dalam kegiatan amar makruf nahi munkar," pesannya.


Sumber : suara islam

Senin, 14 Januari 2013

Indonesia Mencari Bakat apa mencari maksiat...???

Saat Pemkot Lhokseumawe menerapkan larangan perempuan berboncengan ‘ngangkang’,  dalam skala nasional, di layar kaca televisi siaran nasional, adegan ngangkang berulang-ulang dengan pakaian minim tetap dibiarkan.

Kapitalisme ternyata mengalahkan moralitas. Kendati sudah diperingatkan banyak kalangan, salah satu peserta acara ‘Indonesia Mencari Bakat 3 (IMB 3)’, Yohanna Harso tetap tampil seronok. Di televisi milik pengusaha Chairul Tanjung itu, Hanna tetap tampil ngangkang dengan busana minim.

Pada IMB 3 putaran final, Sabtu (12/01), Hanna meliukkan badannya membelit pole diiringi lagu cinta. Hanna mengenakan atasan tanktop warna biru terang, dengan belahan bulat di pinggang. Sementara di bagiaan bawah, Hanna mengenakan rok mini warna putih. Atas tampilan busana Hanna, salah satu dewan juri, Titi Sjuman, menyatakan busana Hanna sangat bagus.

Diberitakan sebelumnya, aksi pole dance Hanna itu sebenarnya telah diadukan ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) oleh pemirsa layar kaca. Tak hanya itu, Front Pembela Islam (FPI) juga telah mengingatkan KPI untuk menegur pihak TransTV agar tidak menampilkan adegan haram pole dance dengan pakaian minim.

Faktanya, malam ini, kecaman FPI soal tayangan seronok peserta ‘Indonesia Mencari Bakat 3’ (IMB 3) ternyata dianggap angin lalu oleh menejemen TransTV.

Kepada itoday (05/01), Ketua Bidang Dakwah dan Hubungan Lintas Agama DPP Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhsin Ahmad Alatas, sempat mengecam keras tayangan pornografi dan pornoaksi yang ditayangkan TransTV itu.

Habib Muhsin juga meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk menjalankan fungsi kontrol dan pengarah media televisi yang cerdas mendidik beretika menyehatkan secara intelektual etika sosial dan spiritual.

"Dengan tidak berfungsinya (KPI) sebagaimana mestinya akan melahirkan media televisi yang kontra produktif cenderung merusak akal dan moral bangsa," tegas Habib Muhsin.

Menurut Habib Muhsin, KPI harus lebih proaktif dalam melihat berbagai media televisi agar tidak menayangkan pornografi dan pornoaksi. "Selama ini, KPI hanya menerima keluhan masyarakat, baru protes ke media televisi. KPI harus langsung bisa menegur pihak media yang bersangkutan bila mendapati tayangan pornografi dan pornoaksi," tegas Habib Muhsin.

Di sisi lain, sorang warga bernama Deni Setiawan telah mengadukan TransTV ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terkait acara ‘Indonesia Mencari Bakat 3’ (IMB 3). Menurut Deni Setiawan, aksi penari tiang (pole dance), salah satu peserta wanita di IMB 3, melanggar aturan penyiaran karena dapat mengundang birahi.

“Salah satu peserta wanita menampilkan tarian tiang yang fulgar dengan baju yang sangat ketat sehingga sangat terlihat jelas lekuk tubuhnya. Ditambah dengan gerakan mengangkang dengan kemaluan menghadap ke depan dan ke atas tanpa sensor, ini sangat jelas melanggar aturan penyiaran karena dapat mengundang birahi,” tulis Deni di Pojok Aduan situs resmi KPI.

Deni mengingatkan, tarian tiang pernah menjadi tarian yang mendapat persepsi negatif di negara-negara Eropa, karena sering dibawakan di tempat-tempat yang menjadi sarang prostitusi seperti diskotik, bar dan lainnya. Terkait dengan hal itu Deni meminta KPI agar bisa menegur pihak yang terkait dengan tayangan itu.

Sumber : Itoday

Sabtu, 12 Januari 2013

FPI Solo Serukan Umat Islam Satukan Visi untuk Bubarkan Densus 88.

 Ustadz Khoirul yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Nahi Mungkar DPD FPI Jawa Tengah menyatakan, sejak dibentuk, Densus 88 memang diintruksikan oleh yang membiayainya, yakni Amerika dan Australia untuk menghabisi umat Islam dan merobohkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Densus 88 itu dibentuk memang untuk menghancurkan umat Islam dan merobohkan Indonesia. Sebab tindakan-tindakannya itu tidak berdasarkan hukum sama sekali dan tidak manusiawi kan? Apa dibenarkan dalam Undang-Undang itu membunuh seseorang yang baru diduga sebagai tersangka? Ndak ada kan? Kalau bukan untuk menghancurkan umat Islam dan merobohkan Indonesia lalu apa lagi,” kata ustadz Khoirul kepada voa-islam.com, Jum’at (11/1/2013 )

Lanjutnya, bahwa kerobohan NKRI ini bisa terjadi karena Densus 88 selalu menargetkan umat Islam sebagai sasaran tembaknya. Sedangkan mayoritas penduduk Indonesia bergama Islam. Jadi, jika umat Islam di NKRI sudah dihabisi oleh Densus 88, maka lambat laun negara ini akan roboh dan diganti oleh orang-orang sevisi dengan Densus 88 yang mayoritas beragama kristen.

“Iya, untuk menghabisi gerakan Islam. Kalau sekarang ini memang yang dibantai Densus 88 itu adalah orang-orang yang dianggap radikal, garis keras. Kalau garis keras habis, nanti yang lemah lembutpun akan dihabiskan juga itu. Itu program jelas dari mereka memang seperti itu, sebab mayoritas penduduk di Indonesia itu beragama Islam. Maka kalau umat islam habis, negara inikan akan roboh” katanya.


Terakhir dia berpesan kepada umat Islam dan elemen Islam menyatukan langkah dan geraknya untuk bersama-sama mendesak aparat dan pejabat terkait segera membubarkan Densus 88.

“Umat Islam di Solo khususnya itu mempunyai potensi kekuatan yang sangat besar, maka dari itu kita harus berjalan dan bergerak bersama baik pejabat yang ada didalam pemerintahan ataupun di luar pemerintahan. Kalau untuk menyatukan visi dan misi tentu saja tidak bisa. Tapi jika bisa bersama satu visi untuk membubarkan Densus 88 saya kira bisa dan itu harus dilakukan. Sebab Densus 88 ini sudah kelewatan betul dan lambat laun juga akan menyerang kita,” pungkasnya.

Sumber : Voa-Islam

Media Liberal selalu memfitnah FPI

Sekjen DPP Front Pembela Islam (FPI) Ustad Shobri Lubis mengatakan, perjuangan Nabi Muhammad SAW selalu didustakan dan didiskreditkan oleh kaum kafir pada masanya. Nabi Muhammad yang digelari  Asshidiq Al Amin justru dicap Al Kadzab wal Majnuun alias sebagai tukang dusta, tukang sihir, dan gila.

Menurutnya, hal ini pula yang kini dialami Front Pembela Islam (FPI) yang selalu difitnah dan dikampanyekan negatif, termasuk oleh media. Ia mengungkapkan, sekitar 3.000 relawan FPI dan berbagai ormas Islam berhasil mengevakuasi 70 ribu mayat dalam bencana Tsunami Aceh, bahkan rombongan FPI datang berselang beberapa hari di Aceh setelah tsunami. Namun, itu tidak diungkap oleh media sekuler, padahal itu merupakan capaian besar mengevakuasi korban ketimbang TNI maupun PMI.

Parahnya lagi, media televisi juga ketika Kepala Humas Polda Aceh Kombes Sayyid Husaini ditemukannya, media-media membuat laporan tanpa menyebut bahwa yang menemukan adalah relawan FPI, namun malah disebutkan ditemukan warga. Padahal di tempat tersebut tidak ada warga, tapi relawan. "Media televisi sekuler selalu menutupi dan menyembunyikan kebaikan FPI," ujarnya di acara tablig akbar di halaman Masjid Aimmatil Mujtahidin, Selasa (8/1) malam.

 Lebih lanjut ia mengatakan, citra buruk tentang FPI justru melekat di masyarakat, namun amal baik FPI tak pernah diberitakan. Karena itu ia ingatkan sejarah Nabi Muhammad SAW agar betapapun dihina dan dimaki Nabi Muhammad tetap jalan terus. Begitupun ia mengajak kaum muslimin kiranya bisa menghilangkan anggapan negatif kepada FPI.

Ketua DPW FPI Jawa Barat KH Abdul Kohhar dalam mengajak umat Islam agar mau menegakkan syariat Islam lantaran sistem yang ada saat ini sudah memprihatinkan. Ia menyebut tujuan syariat Islam untuk menjaga agama, menjaga nyawa, menjaga akal pikiran, menjaga harta dan menjaga keturunan. "Jika ada yang menentang syariat Islam ditegakkan maka orang tersebut adalah orang bodoh," tandasnya.

Jumat, 11 Januari 2013

Perda dan Fatwah Aneh, Tabligh Akbar di Larang hiburan Maksiat tidak di larang.

Sempit nya ruang terbuka di DKI Jakarta memaksa beberapa Majelis Ta'lim dan Majelis Dzikir mengadakan acara di sebagian jalan raya, kemarin Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta dan Forum Kerukunan Umat Beragama menyambangi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama, di Balai Kota. Mereka membahas Peraturan Daerah tentang Ketertiban Umum, termasuk diantaranya larangan Tabligh Akbar di jalan raya. 

  "Kami membahas Perda No 8 tahun 2008 untuk mensinergikan fatwa MUI terkait ketertiban umum. Selama ini perda soal itu tidak maksimal," ujar Sekjen MUI DKI Jakarta, Samsul Maarif,
Menurut Samsul, realisasi perda tersebut di lapangan belum berjalan dengan baik. 

Salah satu contoh adalah mengenai acara Tabligh Akbar, yang sering membuat macet karena menggunakan jalan-jalan umum. MUI, ungkap Samsul, telah mengeluarkan fatwa haram soal menggelar acara ibadah di tempat umum, karena dapat mengganggu ketertiban. Sementara itu Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama alias Ahok, mendukung fatwa MUI yang melarang kegiatan ibadah di tempat umum. Salah satu yang dilarang yaitu acara tabligh akbar di jalanan. "Kami akan bantu MUI untuk mensosialisasikan fatwa tersebut," ujar Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis, 10 Januari 2012.  

H.Munarman S.H Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI), merasa aneh dengan sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang melarang kegiatan ibadah dilakukan di ruang publik, karena sudah membuat resah masyarakat.
"Apa benar MUI keberatan dan ngadu ke Ahok. Ada yang aneh ini?," ujar bang Munarman, Kamis (10/1/2013).
 

Menurutnya, ulama yang warotsatul anbiya atau mencintai Nabi Muhammad SAW, pasti mendukung kegiatan tabligh akbar tapi kalau ulama yang bukan, wajar anti tabligh.
"Lagi pula kenapa giliran jalan umum digunakan untuk kegiatan mubazir seperti hiburan dan maksiat waktu malam tahun baru menutup total jalan protokol, kok yang ngaku ulama enggak ngeluh ya," jelasnya.
Munarman juga mengatakan masih tidak percaya dengan fatwa MUI tersebut. "Yang mengeluh itu sakit jiwa, mudah-mudahan berita ini utuh dan nyampe ke Syamsul Muarif," tandasnya.

Kamis, 10 Januari 2013

Jangankan FPI, Fahira Idris Saja Bilang Film CTB Menghina Islam


Film "Cinta Tapi Beda" karya sineas liberal terus menuai kecaman. Bukan saja kelompok Islam seperti FPI dan organisasi kepemudaan Minangkabau yang merasa terhina, kini kecaman mulai meluas. Bahkan putri mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Fahira Idris pun ikut angkat suara. Melalui akun twitternya (@fahiraidris), Fahira menyampaikan berbagai pandangannya setelah menonton film tersebut.

Menurut aktivis yang pada Senin 9 Agustus 2010 lalu pernah mendatangi markas FPI untuk berdialog dengan Habib Rizieq Syihab itu, film CTB karya Hanung Bramantyo bukan saja menghina suku Minangkabau, tetapi lebih dari itu menghina Islam.

"Bukan hanya Minangkabau yang dihina di film ini, tapi juga etnis#Jawa. Dan yang paling saya benci adalah menghina Islam," kata Fahira.

Fahira berpendapat, film CTB tidak memiliki urgensinya menggunakan Minangkabau sebagai latar belakang cerita, sebab jelas-jelas misi dalam film tersebut ingin mengusung pluralisme yang kebablasan.

"Tidak ada urgensinya memakai Minangkabau sebagai latar belakang cerita yang sudah jelas-jelas ingin mengusung pluralisme yang kebablasan," tandasnya.

Fahira mengkritik keras pesan toleransi yang diselipkan dalam film produksi Multivision ini. Menurutnya perimbangan toleransinya sangat tidak berimbang, Islam yang dipaksa harus mengalah.

"Sangat jomplang perimbangan toleransi di film ini. Islam banyak di hina. Islam dipaksa harus mengalah. Diana Katolik yang dominan. Kalau Diana memang gadis Katolik yang toleran, dia tidak akan menyuruh Cahyo memasakkan babi rica rica, masakan keluarga mereka. Kalau Diana toleran, pada saat mengundang Cahyo secara Resmi ke rumah, kenapa harus dihidangkan dua masakan babi?", tanyanya.

Bukan hanya soal babi, Fahira juga mempermasalahkan perilaku Cahyo kepada orangtuanya yang ia nilai durhaka. Ini dipertunjukkan dengan adegan Cahyo memarahi dan membentak ibunya.

'Jadi mereka mau bilang bahwa, kalau kamu punya kemauan, maki tuh Ibu kamu.. Maki bapak kamu.. gak papa kok.. Islam boleh.. begitu?", tanyanya.

Kekesalan Fahira selanjutnya, setelah soal masakan babi, kalung salib dan durhaka pada oarang tua, adalah berkaitan dengan pernikahan beda agama.

"Pada saat petugas KUA menolak mengawinkan mereka karena beda agama, Diana memaksa Cahyo mengaku beragama Katolik.. ampun deh.", kata Fahira kesal.

"Ibu Cahyo nasehatin Bapak Cahyo yang agak keras menolak, bahasanya sih halus, tapi kalimatnya baru pernah saya dengar yaitu  restu adalah haknya anak. Orang tua wajib untuk memberikan nya. Asli baru denger malam ini, Ajaran sesat," tandas Fahira.

Karena itu Fahira berkesimpulan film CTB ini benar-benar dibuat untuk merusak moral anak bangsa dan merendahkan Islam. "Film ini sangat buruk," lanjutnya.

"Cukuplah saya ceritakan film ini, bagi yg lain gak perlulah nonton film ini di bioskop. Menonton = menguntungkan mereka," tutupnya.

Sebelumnya FPI telah menyatakan bahwa Hanung Bramantyo melalui film CTB telah membuat dirinya layak disebut sebagai musuh Islam. 

Berikut kutipan lengkap twit yang disampaikan Fahira Idris dari akun twitternya:

    #ctb 1. Tadinya saya kira Film CTB hanya menghina #Minangkabau tapi ternyata lebih dari itu..
    #ctb 2. Film ini adlh Film Percintaan, salah satu message nya adlh : Menuhankan Cinta, tapi tidak Mencintai Tuhan...

    #ctb 3. Banyak sekali Logika2 Dasar yg ditabrak.. Dan sy yakin bukan krn tidak disengaja.. Tapi krn DISENGAJA.. Pesanan !

#ctb 4. Bukan hanya #Minangkabau yg dihina di film ini, tapi juga etnis #Jawa - dan yg paling saya benci adlh Menghina #Islam

    #ctb 5. Tidak ada urgensinya memakai #Minangkabau sbg latar belakang cerita yg sudah jelas2 ingin mengusung Pluralisme Yg Kebablasan!!

    #ctb 6. Sy tau persis anda bukan orang bodoh! Film ini sangat menghina #Minangkabau dan #Islam !! Porsi hina etnis #Jawa hanya sedikit

    #ctb 7. Sy bukan orang yg menolak pluralisme.. Sahabat sy banyak yg non muslim, tapi kami saling menghormati dan menghagai.. Saling SOPAN !

    #ctb 8. Setiap hari kita sll mendengar keluhan ibu yg kerepotan menjaga anak2nya agar bisa tumbuh baik, beragama & juga mampu bertoleransi

    #ctb 9. Tapi kalau kita semua lengah, anak2 kita bs di doktrin ke ajaran2 yg menyesatkan agama, dijejalkan dg Toleransi2 Pesanan!

    #ctb 10. Dg Segala Hormat saya mau minta tolong sahabatku, Uda @iwanpiliang u/ membongkar, siapa yg mendanai film ini.

    #ctb 11. Yg tinggal di Padang mmg bukan hanya yg beragama Islam saja, semua agama sampai yg atheis pun ada disana..

    #ctb 12. Ngajarin orang/ anak2 bangsa u/ toleran boleh2 saja.. saya pun sll mengajarkan anak saya u/ toleransi.. Toleransi YANG BAIK & BENAR

    #ctb 13. Diana Gadis Katolik Padang ini berpacaran dg Cahyo Muslim Jawa..

    #ctb 14. Kalau Toleransi yg BAIK dan BENAR, ya harusnya benar2 dicontohkan yg baik dong.. Film ini ngajarin Toleransi yg memaksakan..

    #ctb 15. Sangat jomplang perimbangan Toleransi di Film ini.. #Islam banyak di hina.. #Islam dipaksa hrs mengalah.. Diana Katolik yg dominan

    #ctb 16. Kalau Diana mmg Gadis Katolik yg Toleran, dia tidak akan menyuruh Cayho memasakkan Babi Rica Rica, masakan keluarga mereka

    #ctb 17. Kalau Diana Toleran, pd saat mengundang Cahyo secara Resmi ke rumah, kenapa harus dihidang kan 2 Masakan Babi.. ?????????????????

    #ctb 18. Kalau saja saya Katolik, dan saya mau mengundang pacar saya ke rumah secara resmi, saya akan masakkan khusus makanan HALAL !!

    #ctb 19. Walaupun tante nya masak juga yg non BABI, dg bilang bhw dimasak secara terpisah, tapi gambaran masak terpisahnya GAK ADA !!

    #ctb 20. Pada saat Cahyo mengajak Diana ke Jogja u/ diperkenakan ke Ortu Cahyo, tadinya Diana sdh mau menanggalkan kalung salib nya, tetapi

    #ctb 21. Tetapi Cahyo bilang : Gak usah dilepas Kalung Salib nya.. Islam itu Toleran kok.. <<=== Kalau Toleran, Copot dong SALIB nya!!

    #ctb 22. Nabi #MuhammadSAW sll mengajarkan umatnya agar hormat kepada Orang Tua, terlebih lagi terhadap Ibu..

    #ctb 23. Tapi di Film ini Cahyo seorang anak yg baik tetapi sangat berani terhadap Ibu dan Bapak nya.. Bentak, Marah.. Semua di balik2..

    #ctb 24. Jadi mrk mau bilang bhw, kalau kamu punya kemauan, Maki tuh Ibu kamu.. Maki bapak kamu.. gak papa kok.. Islam boleh.. BEGITU ????

    #ctb 25. Sorry to say.. tapi Film ini benar2 asli dibuat u/ Merusak Moral Anak Bangsa.. & Merendahkan #Islam !! Film ini sangat BURUK !!

    #ctb 26. Saya bukan pmerhati film, bukan pbenci agama lain, tapi saya gak suka bila ada fihak yg lengah meloloskan pembenaran2 yg GAK BENAR

    #ctb 27. Saya bukan pembenci pernikahan beda agama.. Bukan Urusan saya, & bukan area pembahasan saya sehari hari pula..

    #ctb 28. Semua Agama setau saya melarang pernikahan agama, semua orang tua pasti akan berusaha mencoba u/ meminimalisir terjadinya hal tsb

    #ctb 29. Tapi di flim ini message nya jelas, & msupport anak2 bangsa bahwa, sudahlah dobrak saja larangan agamamu. kamu pasti bisa.. GILA

    #ctb 30. Tante Diana adlh Muslim menikah dg Om yg Katolik. Om blg : Semoga mereka mau mencontoh kita (nikah beda agama) <-- APEUUU..??

    #ctb 31. Cukup lah saya ceritakan film ini, bagi yg lain gak perlu lah nonton film ini di bioskop.. Menonton = Menguntungkan Mereka

    #ctb 32. Cahyo membentak bapaknya, yg dia nilai menyindir Diana.. Cahyo blg ke Ibu, Harusnya Bapak bisa jadi contoh Toleransi bg kelg..

    #ctb 33. Dlm film ini Diana sll mengajak makan Cahyo di rest non muslim, tidak pernah ada gambar Diana makan di rest yg biasa..

    #ctb 34. Yg parahnya, pd saat Cahyo menolak makan di rest itu, Diana marah & bentak2, memaksa Cahyo u/ makan menu lain yg non Babi..

    #ctb 35. Toleransi seperti itu kah yg kalian maksud?? Tolernsi macam apa itu??

    #ctb 36. Pd saat petugas KUA menolak mengawinkan mereka krn beda agama, Diana memaksa Cahyo mengaku beragama Katolik.. Ampun deh..

    #ctb 37. Ibu Cahyo nasehatin Bapak Cahyo yg agak keras menolak, bahasa nya sih halus, tapi kalimat nya baru pernah saya dengar.. yaitu :

    #ctb 38. RESTU adlh hak nya ANAK.. Orang Tua WAJIB untuk memberikan nya.. <<=== ASLI BARU DENGER MALAM INI.. Ajaran Sesat !!

    #ctb 39. Pd saat ada pasangan beda agama mau menikah, petugas KUA menolak, kalau mau kamu nikah ke GEREJA aja.. knp gak ke MESJID opsi nya?

    #ctb 40. Kesimpulan nya adlh, film ini sangat2 tidak bagus, mengajarkan Toleransi yg Kebablasan.. Semoga semua pd sadar dan TOBAT.





Sumber : Suara islam.com